PACITAN | PacitanUpdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menggelar Festival Kopi 2026 di halaman Gedung Pusat Layanan Terpadu Koperasi dan UMK (PLUT KUMKM) Pacitan pada 8–9 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Meracik Kopi, Merajut Sinergi” ini diselenggarakan guna memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi kopi lokal agar memiliki nilai tambah dan mendorong perekonomian masyarakat.
Festival ini menjadi sarana perjumpaan strategis bagi berbagai elemen ekosistem kopi daerah, mulai dari petani, pengolah kopi, pelaku UMKM, pemilik kedai, barista, komunitas, akademisi, hingga mitra usaha.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, S.Pi., M.M., menjelaskan bahwa pengembangan kopi Pacitan menuntut kerja sama berkelanjutan dalam meningkatkan kuantitas, kualitas produksi, penguatan identitas produk, dan perluasan akses pasar.
“Festival ini kami selenggarakan sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengangkat potensi kopi Pacitan agar lebih dikenal, diminati, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ali Mustofa.
Ia menambahkan, momentum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi nyata antar-pelaku industri kopi di Pacitan untuk memperluas jaringan usaha serta memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam ajang tersebut, sedikitnya empat kelompok tani (Poktan) dari empat kecamatan di Pacitan turut memamerkan komoditas kopi unggulan mereka, mencakup varietas Robusta, Liberika, hingga Arabika yang dibanderol mulai harga Rp75.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Di antaranya adalah Poktan Anggiat Tani dari Desa Tumpuk (Kecamatan Bandar) yang mengusung kopi pegunungan pada ketinggian 800–1.000 mdpl beserta bibit tanaman kopi. Selain itu, Poktan Setya Tani dari Desa Nawangan (Kecamatan Nawangan) menyoroti produk kopi kemasan premium yang telah merambah pesanan hingga wilayah Jakarta dan Depok.
Dua kelompok lainnya, yakni Poktan Tunas Baru dari Desa Gembuk (Kecamatan Kebonagung) menghadirkan Kopi Tejo yang populer di kalangan warga lokal, serta Poktan Waluyo Asih 2 dari Desa Ngumbul (Kecamatan Tulakan) yang memperkenal kopi hasil olahan kebun daerah.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemkab Pacitan berharap kebersamaan yang terbangun antar-pemangku kepentingan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan berlanjut pada penguatan sinergi usaha dan peningkatan kesejahteraan para petani serta pelaku UMKM lokal. (*)














