NGAWI | PacitanUpdate.com – Atlet pencak silat asal Kabupaten Pacitan, Satria Abimanyu, mengalami cedera patah tulang lengan kiri saat bertanding dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 di Kabupaten Ngawi pada Sabtu (7/11/2026), yang kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden tersebut bermula ketika Satria tengah berjuang membela kontingen Kabupaten Pacitan dalam pertandingan cabang olahraga pencak silat.
Usai mengalami cedera di arena, panitia penyelenggara bersama official tim bergerak cepat mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Mendengar kabar tersebut, Ketua KONI Kabupaten Pacitan, Baginda Rahadian Pratama, yang sedang berada di Ngawi untuk memantau langsung jalannya kontingen, bergegas mendatangi RSU Widodo guna memastikan kondisi sang atlet.
Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab moral serta dukungan moril bagi atlet dan official tim.
Melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (7/11/2026), Baginda memastikan bahwa kondisi Satria dalam keadaan sadar dan telah mendapatkan penanganan awal.
“Ya, tadi begitu mendapat kabar saya langsung ke sana, ke Rumah Sakit Widodo. Kondisinya sadar, baik. Memang patah tangan kiri. Saat ini menunggu kehadiran orang tua untuk tindakan besok pagi,” ungkap Baginda.
Terkait pembiayaan medis, ia memastikan bahwa atlet yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Manajer Tim Pencak Silat Pacitan, Mohammad Habib, turut menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan perhatian yang diberikan oleh Ketua KONI Pacitan.
“Terima kasih, saya mewakili tim pencak silat atas perhatian Bapak Ketua KONI yang menyambangi atlet kami,” ujarnya singkat.
Di tengah insiden ini, Ketua KONI Pacitan mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Satria serta terus memberikan semangat kepada para atlet lain yang masih berjuang mengharumkan nama Kabupaten Pacitan di ajang POPDA XV Jawa Timur 2026.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan atlet tetap menjadi prioritas utama di samping upaya meraih prestasi. (*)














