PACITAN | PacitanUpdate.com – Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah diperkuat untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui Apel Kesiapan Pasukan dan Peralatan yang digelar di Halaman Polres Pacitan pada Rabu, 4 November 2026.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 personel gabungan guna mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem menyusul tingginya angka kejadian bencana di Jawa Timur.
Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Pacitan, Kompol Muchamad Mukid, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwira TNI-Polri, perwakilan Lanal Pacitan, Kodim 0801/Pacitan, BPBD, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, Dinkes, hingga relawan.

Dalam amanat Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, yang dibacakan oleh pimpinan apel, diungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 tercatat 672 kejadian bencana alam di Provinsi Jawa Timur.
Bencana tersebut berdampak pada 28 korban jiwa meninggal dunia, 55 orang luka-luka, serta kerugian material mencapai Rp7.552.000.000. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi musim hujan 2026–2027 datang lebih lambat dengan potensi cuaca ekstrem.

Menanggapi hal tersebut, Pasiops Kodim 0801/Pacitan, Kapten Inf Totok Dwi Wahono, menegaskan kesiapan jajarannya untuk siaga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait lainnya dalam melakukan tanggap darurat.
”TNI AD khususnya Kodim 0801/Pacitan siap siaga bersama BPBD dan instansi terkait. Kami telah menyiapkan personel dan peralatan untuk tanggap darurat apabila terjadi bencana. Sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah Daerah menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana bagi masyarakat,” pungkas Kapten Inf Totok Dwi Wahono. (*)














