PACITAN | PacitanUpdate.com – Seorang warga Dusun Doyo, Desa Bodag, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, bernama Kadiran (70), terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 100 meter saat berupaya memadamkan kebakaran hutan pada Sabtu (10/10/2026).
Korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Koramil 0801/07 Ngadirojo, BPBD Pacitan, Polsek Ngadirojo, serta warga setempat usai terpeleset di medan yang terjal dan licin.
Insiden tersebut bermula dari munculnya titik api di pinggir jalan raya yang dipicu cuaca panas ekstrem dan tiupan angin kencang di tengah musim kemarau panjang. Api dengan cepat merembet hingga membakar lahan hutan milik warga dan kawasan hutan Perhutani di RT 01 RW 02 Dusun Doyo.
Mengetahui kobaran api kian meluas, warga sekitar bergotong-royong melakukan pemadaman darurat secara manual. Dalam situasi panik dan medan perbukitan yang kecuramannya ekstrem, Kadiran kehilangan keseimbangan hingga jatuh ke dasar jurang.
Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka robek pada bagian kepala yang membutuhkan 7 jahitan, memar di bagian punggung, serta luka lecet pada kaki. Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi dan melarikan korban ke Puskesmas Ngadirojo.
Saat ini, korban menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi sadar dan berangsur membaik.
Kepala Desa Bodag, Haryono, membenarkan musibah yang menimpa salah satu warganya tersebut. Pihaknya mengingatkan agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama bagi masyarakat dan para relawan pemadam kebakaran.
”Wilayah Ngadirojo, khususnya area hutan, didominasi tebing-tebing terjal. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan relawan untuk lebih berhati-hati serta mengutamakan keselamatan saat bergotong-royong memadamkan api agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Haryono saat dihubungi media Pacitanupdate.com melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Babinsa Desa Bodag Koramil 0801/07 Ngadirojo, Sertu Sujianto, mengonfirmasi kronologi penanganan di lapangan serta mengingatkan warga untuk tidak bertindak nekat saat terjadi pemadaman karhutla.
”Benar telah terjadi kebakaran hutan di Dusun Doyo akibat cuaca panas dan angin kencang. Saat warga berusaha memadamkan api, Bapak Kadiran terperosok karena medan yang curam dan licin. Kami bersama warga langsung melakukan evakuasi. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan total dan korban dalam perawatan,” ungkap Sertu Sujianto.
Sertu Sujianto juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan pihak berwenang jika kebakaran terjadi di kawasan berisiko tinggi.
”Kami imbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan jiwa. Jangan memaksakan diri jika medan terjal dan angin kencang. Segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau BPBD agar pemadaman dapat dilakukan menggunakan peralatan yang memadai. Kami juga mengingatkan warga agar tidak membakar lahan sembarangan selama musim kemarau,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi kesehatan korban dilaporkan kian stabil. Sementara kobaran api di kawasan hutan Dusun Doyo telah dipadamkan sepenuhnya, dan situasi di lokasi dipastikan sudah aman serta terkendali. (*)













