PACITAN | PacitanUpdate.com – Warga dan pengguna jalan keluhkan bau tidak sedap yang tercium menyengat di sepanjang ruas Jalan Nasional Pacitan–Lorok, tepatnya di wilayah Desa Mentoro, Kabupaten Pacitan. Bau menyengat yang terdeteksi mulai dari kawasan SPBU hingga tanjakan Mentoro tersebut mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan memicu keresahan warga terkait pengelolaan limbah lingkungan di kawasan setempat.
Berdasarkan keluhan masyarakat, aroma tak sedap tersebut timbul akibat dugaan pembuangan limbah cair produksi pabrik tahu secara langsung ke saluran air tepi jalan.
Limbah cair industri tahu yang kaya bahan organik berpotensi mengalami pembusukan dan memicu bau busuk saat terurai, terutama jika tidak melalui sistem pengolahan limbah yang memadai.

Meskipun demikian, keterlibatan pabrik tahu tersebut masih sebatas dugaan warga dan belum dipastikan sebagai pemicu tunggal.
Penelusuran serta pemeriksaan lapangan terhadap saluran air, fasilitas Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan sampel air sangat diperlukan untuk membuktikan fakta terjadinya pencemaran lingkungan.
Masyarakat mengharapkan instansi yang membidangi lingkungan hidup, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan verifikasi ke lokasi.
Langkah evaluasi teknis ini penting untuk memastikan pembuangan limbah berjalan sesuai regulasi serta memberikan tindakan korektif jika ditemukan pelanggaran hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola usaha maupun dinas terkait mengenai keluhan bau tidak sedap di kawasan Mentoro tersebut.
Perkembangan penanganan dan hasil penelusuran lapangan dari pihak berwenang masih ditunggu oleh warga demi terwujudnya kenyamanan jalan umum dan kepastian kelestarian lingkungan. (*)














