PACITAN | PacitanUpdate.com – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bangunan rumah warga di Dusun Clumpring RT 10 RW 04, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Minggu (11/10/2026) sekira pukul 17.45 WIB.
Peristiwa ini diduga dipicu oleh munculnya percikan api dari area kandang ternak yang kemudian merembet cepat ke bangunan utama rumah serta pemukiman warga di sekitarnya.
Kebakaran bermula saat pemilik rumah, Sumarti (70), bersama cucunya, Faris (20), kembali dari musala setempat usai menjalankan ibadah sholat Maghrib berjamaah.
Setibanya di lokasi, mereka mendapati api sudah dalam kondisi membesar dan melahap bangunan kandang kambing yang berada di bagian belakang rumah.
Kobaran api dengan cepat membesar lantaran banyaknya material kayu dan bahan mudah terbakar di area tersebut.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu sempat berupaya memadamkan kobaran api secara swadaya menggunakan peralatan seadanya.
Petugas piket Koramil 0801/04 Tegalombo bersama personel Polsek Tegalombo dan Trantib Kecamatan Tegalombo yang menerima laporan langsung menerjunkan anggotanya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira pukul 18.15 WIB guna membantu evakuasi dan pengamanan lokasi.
Upaya pemadaman semakin maksimal setelah dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemkab Pacitan dan bantuan Pemkab Ponorogo, serta satu unit mobil suplai air dikerahkan ke lokasi kejadian sekira pukul 18.50 WIB.
Setelah penanganan intensif, amukan api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan dilakukan proses pendinginan hingga pukul 20.30 WIB.
Akibat musibah tersebut, sebanyak 80 persen bangunan rumah milik Sumarti hangus terbakar. Selain bangunan, satu unit sepeda motor, sebuah kandang ternak, serta lima ekor kambing milik korban tidak berhasil diselamatkan.
Kerugian material yang dialami Sumarti diperkirakan mencapai ± Rp125 juta. Kobaran api juga sempat merembet ke sebagian bangunan rumah milik tetangganya, Dede Harianto, dengan taksiran kerugian mencapai ± Rp25 juta. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini.
Danramil 0801/04 Tegalombo, Kapten Inf Totok Dwi Wahono, membenarkan insiden tersebut dan mengonfirmasi bahwa penanganan awal hingga pendataan telah selesai dilakukan bersama pihak perwakilan desa dan kecamatan.
“Begitu mendapat laporan, anggota Babinsa kami langsung meluncur ke TKP bersama kepolisian dan pihak kecamatan untuk membantu pemadaman serta evakuasi barang-barang warga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini para korban sudah pendataan dan kita dampingi untuk koordinasi bantuan lebih lanjut bersama pemerintah desa setempat,” tutur Kapten Inf Totok Dwi Wahono.
Lebih lanjut, Kapten Inf Totok mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran pemukiman.
“Kami mengimbau warga agar senantiasa memastikan kondisi tungku dapur, obat nyamuk bakar, serta instalasi kelistrikan dalam keadaan aman sebelum bepergian. Khususnya area kandang ternak yang berdekatan dengan rumah agar diperhatikan kebersihan materialnya. Jika terjadi situasi darurat, segera laporkan kepada Babinsa atau aparat terdekat agar tindakan cepat dapat segera diambil,” tegasnya.
Hingga Minggu malam, lokasi kejadian telah diamankan oleh pihak berwenang, dan personel Babinsa bersama perangkat desa serta masyarakat masih bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran. (*)













